MAJENE (5 Mei 2026) – Suasana syahdu menyelimuti lingkungan MTsN 1 Majene pagi ini. Mengawali kegiatan belajar mengajar, seluruh civitas akademika madrasah kembali menjalankan rutinitas penguatan karakter melalui shalat duha berjamaah dan tradisi salam takzim di gerbang madrasah.
Tepat sebelum jam pelajaran pertama dimulai, mushalla madrasah sudah dipenuhi oleh barisan siswa yang melaksanakan shalat duha secara berjamaah. Kegiatan yang dipandu oleh guru piket ini berlangsung dengan khusyuk, ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan ilmu dan kemudahan dalam belajar.
Kepala MTsN 1 Majene, Sahid, S.Pd., yang turut hadir di tengah-tengah siswa, menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci dalam pembentukan karakter.
“Apa yang kita saksikan pagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kita bersama untuk memastikan bahwa setiap ilmu yang diserap siswa bermula dari hati yang bersih dan spiritualitas yang terjaga,” ungkapnya.
Sejak pukul 06.45 WITA, para guru juga telah berbaris rapi di depan pintu gerbang utama untuk menyambut kedatangan para siswa. Senyum ramah dan jabat tangan menjadi pemandangan utama, menciptakan energi positif antara guru dan murid sebelum memasuki ruang kelas.
Menurut tim INMAS MTsN 1 Majene, tradisi “Sapa Pagi” ini memiliki makna mendalam bagi lingkungan madrasah:
Transfer Karakter: Mengajarkan siswa pentingnya adab terhadap guru sebagai orang tua di sekolah.
Kesiapan Belajar: Memastikan siswa masuk ke lingkungan madrasah dengan perasaan dihargai dan semangat yang tinggi.
Kedisiplinan: Guru dapat memantau ketepatan waktu kehadiran siswa secara langsung di titik jemput.
Pelaksanaan shalat duha dan budaya salam pagi ini merupakan implementasi nyata dari visi madrasah dalam mencetak generasi yang unggul dalam IPTEK serta kokoh dalam IMTAK. Dengan semangat pagi ini, diharapkan seluruh proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.
Laporan: INMAS MTsN 1 Majene Editor: Admin Website
Tinggalkan Komentar