MAJENE — MTsN 1 Majene sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang dirangkaikan dengan Review Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi pada Madrasah Tahun Ajaran 2026 bagi jajaran Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 1 Majene.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 15 September 2026 ini dipusatkan dan dibuka secara resmi di Aula Wisma Yumari Majene. Suasana kegiatan terasa khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh jajaran pimpinan, pendidik, tenaga kependidikan, serta pemateri yang menghadirkan wawasan mendalam terkait penguatan karakter madrasah.

Rangkaian acara diawali dengan proses registrasi peserta sejak pukul 07.00 WITA dan dilanjutkan dengan pembukaan resmi pada pukul 08.15 WITA. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala MTsN 1 Majene, Sahid, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pendma) Kanwil Kemenag Sulbar, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Majene, para Pengawas Madrasah, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan selingkup KKM MTsN 1 Majene atas kehadiran dan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan di madrasah.
Usai acara pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi penguatan yang disampaikan secara komprehensif oleh para narasumber.
Materi awal dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dr. H. Syamsul, M.Pd, yang membedah kebijakan Kementerian Agama mengenai implementasi KBC dan Ekoteologi. Dalam arahannya, beliau memberikan penekanan khusus pada pentingnya manajemen stres di lingkungan kerja dan pembelajaran. Menurutnya, pengelolaan stres yang efektif dapat dicapai dengan selalu menghadirkan rasa cinta dalam menjalankan tugas mengajar. Beliau juga mengingatkan hakikat mendasar seorang pendidik bahwa guru bukanlah sumber utama ilmu, melainkan sarana transit atau perantara hadirnya ilmu dari Allah SWT kepada para siswa.

Penguatan tersebut kemudian diperjelas oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, H. M. Sahlan, S.Ag., M.AP, yang mengulas tentang optimalisasi peran guru dan tenaga kependidikan. Beliau menegaskan bahwa kurikulum bukan sekadar dokumen di atas kertas, melainkan panduan membentuk manusia yang utuh. Berlandaskan pilar Panca Cinta—yakni cinta Allah & Rasul, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri & sesama, serta cinta tanah air—seluruh warga madrasah diajak bergerak bersama. Guru diharapkan mengajar dengan hati, sementara tenaga kependidikan memberikan pelayanan yang ramah dan adil. Tak hanya itu, implementasi ekoteologi juga diwujudkan secara nyata melalui lingkungan madrasah, mulai dari program kebersihan hingga pemanfaatan kebun madrasah demi mewujudkan madrasah yang dirasakan, dinikmati, dan dirindukan (3D).

Melengkapi dua pembahasan sebelumnya, Yusbar, S.Pd., M.Pd hadir memberikan pemaparan teknis mengenai bagaimana menyinergikan KBC dan Ekoteologi ke dalam proses pembelajaran di kelas. Beliau menegaskan bahwa KBC sejatinya bukanlah konsep baru yang asing, melainkan nilai-nilai kasih sayang yang sebenarnya sudah sering diterapkan para guru. Untuk menghidupkan ruang kelas, pemateri melemparkan pertanyaan reflektif yang menyentuh nurani peserta: “Apakah kita sebagai guru pernah mendoakan murid-murid kita?” Beliau menekankan bahwa interkoneksi batin dan kepedulian tulus antara guru dan siswa adalah kunci utama terciptanya suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, MTsN 1 Majene berharap nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dan wawasan Ekoteologi tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjelma menjadi budaya kerja, pola pelayanan, dan gaya belajar yang menginspirasi seluruh warga madrasah.
Penulis/Editor: Tim INMAS MTsN 1 Majen
Foto: Tim Inmas MTsN 1 Majene
Tinggalkan Komentar